Ruanda.my.id: Menjadi seorang pemateri bukanlah sesuatu yang sejak awal saya bayangkan. Saya hanyalah pribadi biasa yang terus belajar dari pengalaman, mencoba memahami makna kepemimpinan dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, sebuah kesempatan berharga datang ketika saya diminta untuk menjadi pemateri dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) di SMP Negeri 2 Anggrek, Gorontalo Utara. Kesempatan ini menjadi titik penting yang mengubah cara pandang saya tentang berbagi ilmu dan memberi dampak bagi orang lain.
Dalam kegiatan ini, saya tidak sendiri. Saya berkesempatan memberikan materi bersama Dr. Rustam Tohopi, S.Pd., M.Si yang membawakan materi tentang "tata kelola administrasi dan kearsipan organisasi".
Sementara itu, saya sendiri menyampaikan materi mengenai “Manajemen Organisasi dan Kepemimpinan”, yang menekankan pentingnya peran siswa dalam mengelola organisasi secara efektif serta membangun karakter kepemimpinan sejak dini.
Kami disambut dengan hangat oleh Ibu Nurhayati K. Buata, M.Pd selaku Kepala Sekolah, serta Rosnwati Matoka, S.Pd yang turut mendukung penuh kegiatan ini. Selama proses kegiatan berlangsung, kami juga didampingi oleh Nina Sri Winarti Hasan, S.Pd yang memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik. Peserta kegiatan ini adalah para siswa pengurus OSIS SMP Negeri 2 Anggrek yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusiasme.
Kegiatan LDKs bukan sekadar agenda tahunan sekolah, melainkan sebuah ruang pembentukan karakter bagi para siswa. Di sinilah para calon pemimpin muda mulai ditempa belajar tentang tanggung jawab, kerja sama, disiplin, dan keberanian dalam mengambil keputusan.
Ketika saya berdiri di hadapan mereka, saya menyadari bahwa peran saya bukan hanya menyampaikan materi, tetapi juga menanamkan nilai dan semangat yang bisa mereka bawa dalam kehidupan mereka ke depan.
Dalam sesi materi, saya tidak hanya berbicara tentang teori kepemimpinan. Saya mencoba mengajak para siswa untuk memahami bahwa menjadi pemimpin tidak selalu tentang memimpin orang lain, tetapi juga tentang bagaimana seseorang mampu memimpin dirinya sendiri.
Dalam sesi materi, saya tidak hanya berbicara tentang teori kepemimpinan. Saya mencoba mengajak para siswa untuk memahami bahwa menjadi pemimpin tidak selalu tentang memimpin orang lain, tetapi juga tentang bagaimana seseorang mampu memimpin dirinya sendiri.
Kepemimpinan dimulai dari hal-hal kecil: disiplin terhadap waktu, bertanggung jawab atas tugas, serta memiliki keberanian untuk berbuat benar agar menjadi contoh bagi siswa lainnya.
Satu hal yang saya tekankan secara khusus kepada para pengurus OSIS adalah pentingnya percaya diri dalam segala hal. Saya meyakini bahwa kepercayaan diri adalah fondasi utama seorang pemimpin.
Satu hal yang saya tekankan secara khusus kepada para pengurus OSIS adalah pentingnya percaya diri dalam segala hal. Saya meyakini bahwa kepercayaan diri adalah fondasi utama seorang pemimpin.
Tanpa kepercayaan diri, potensi sebesar apa pun akan sulit untuk muncul ke permukaan. Sebaliknya, dengan rasa percaya diri, seseorang akan berani berbicara, berani mengambil keputusan, dan berani menghadapi tantangan yang ada.
Penekanan ini juga tidak lepas dari pengalaman pribadi saya di masa lalu. Saya teringat ketika pernah memimpin sebuah organisasi kemahasiswaan dan berkesempatan menyelenggarakan kegiatan LDKs di salah satu SMA di Provinsi Gorontalo.
Kegiatan tersebut melibatkan peserta dari berbagai jenjang, mulai dari siswa SMP, MTS, hingga SMA. Pengalaman tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan saya, karena dari situlah saya belajar bagaimana membangun jiwa kepemimpinan, mengelola kegiatan, serta berinteraksi dengan peserta dari latar belakang yang beragam.
Interaksi dengan para siswa di SMP Negeri 2 Anggrek Gorontalo Utara pun menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Antusiasme mereka terlihat dari setiap pertanyaan yang diajukan, dari rasa ingin tahu yang tinggi, serta dari semangat mereka dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan.
Hal ini mengingatkan saya bahwa generasi muda memiliki potensi besar yang perlu diarahkan dan didukung dengan baik.
Di sisi lain, pengalaman ini juga menjadi proses pembelajaran bagi saya pribadi. Saya belajar bagaimana menyampaikan pesan dengan cara yang sederhana namun bermakna, bagaimana membangun kedekatan dengan para siswa, serta bagaimana menjadi pendengar yang baik.
Di sisi lain, pengalaman ini juga menjadi proses pembelajaran bagi saya pribadi. Saya belajar bagaimana menyampaikan pesan dengan cara yang sederhana namun bermakna, bagaimana membangun kedekatan dengan para siswa, serta bagaimana menjadi pendengar yang baik.
Saya menyadari bahwa menjadi pemateri bukan hanya soal berbicara, tetapi juga tentang memahami, merasakan, dan terhubung dengan mereka yang kita hadapi.
Kegiatan LDKs di SMP Negeri 2 Anggrek memberikan pelajaran berharga bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memberi dampak, sekecil apa pun peran yang dijalankan. Dari pengalaman ini, saya semakin yakin bahwa berbagi pengetahuan dan pengalaman adalah salah satu cara terbaik untuk tumbuh bersama.
Perjalanan ini mungkin berawal dari sesuatu yang sederhana, namun maknanya jauh lebih besar dari yang saya bayangkan. Dari yang awalnya merasa biasa, saya belajar bahwa setiap kesempatan untuk berbagi dapat menjadi sesuatu yang bermakna, tidak hanya bagi orang lain, tetapi juga bagi diri sendiri.
Sebagai penutup, saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak SMP Negeri 2 Anggrek yang telah memberikan kepercayaan kepada saya dan Bapak Dr. Rustam Tohopi untuk berbagi ilmu dan pengalaman.
Kegiatan LDKs di SMP Negeri 2 Anggrek memberikan pelajaran berharga bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memberi dampak, sekecil apa pun peran yang dijalankan. Dari pengalaman ini, saya semakin yakin bahwa berbagi pengetahuan dan pengalaman adalah salah satu cara terbaik untuk tumbuh bersama.
Perjalanan ini mungkin berawal dari sesuatu yang sederhana, namun maknanya jauh lebih besar dari yang saya bayangkan. Dari yang awalnya merasa biasa, saya belajar bahwa setiap kesempatan untuk berbagi dapat menjadi sesuatu yang bermakna, tidak hanya bagi orang lain, tetapi juga bagi diri sendiri.
Sebagai penutup, saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak SMP Negeri 2 Anggrek yang telah memberikan kepercayaan kepada saya dan Bapak Dr. Rustam Tohopi untuk berbagi ilmu dan pengalaman.
Terima kasih atas sambutan hangat serta kesempatan berharga ini. Terlebih kepada anak-anak pengurus OSIS yang begitu hebat dan luar biasa semoga semangat kepemimpinan yang telah dibangun dapat terus tumbuh dan menjadi bekal dalam meraih masa depan yang lebih baik.

0 Komentar